MULTIPLE CASE STUDY: GAMBARAN PENURUNAN HEMODINAMIK SELAMA FASE INTRA DAN PASCA ANESTESI PADA PASIEN HIPERTENSI TERKONTROL YANG DIBERIKAN SEVOFLURANE DENGAN TINDAKAN GENERAL ANESTESI
Keywords:
Hemodynamic, Controlled Hypertension, Sevoflurane, General Anesthesia, Intra-anesthesia, Post-anesthesia., Hemodinamik, Hipertensi Terkontrol, Sevoflurane, General Anestesi, Intra Anestesi, Pasca AnestesiAbstract
Latar Belakang: Sevoflurane merupakan agen anestesi inhalasi bekerja melalui mekanisme vasodilatasi dan penekanan sistem saraf simpatis yang dapat menyebabkan penurunan tekanan darah. Pasien hipertensi terkontrol berisiko lebih tinggi mengalami ketidakstabilan hemodinamik selama anestesi akibat perubahan vaskular kronis dan penggunaan obat antihipertensi. Tujuan: Menggambarkan penurunan hemodinamik (tekanan darah sistolik, diastolik, MAP, dan denyut nadi) selama fase intra dan pasca anestesi pada pasien hipertensi terkontrol yang diberikan sevoflurane di RSUD Bali Mandara. Metode: Penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan multiple case study melibatkan 5 partisipan yang diambil secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara AMPLE, observasi hemodinamik serial, studi dokumentasi rekam medis, serta dianalisis secara single case analysis dan cross case analysis. Hasil: Seluruh partisipan mengalami penurunan hemodinamik bermakna (≥20% dari baseline) pada fase intra anestesi dengan titik nadir menit ke-20 hingga ke-30. Fase pasca anestesi menunjukkan pemulihan bertahap dan stabil hingga menit ke-60. Kesimpulan: Sevoflurane menyebabkan penurunan hemodinamik bermakna pada fase intra anestesi yang membaik secara bertahap pada fase pasca anestesi. Pemantauan ketat dan intervensi dini sangat penting dalam manajemen anestesi pada populasi ini.






