MULTIPLE CASE STUDY: GAMBARAN TEKANAN DARAH DAN MAP PADA PASIEN HIPERTENSI TERKONTROL DENGAN GENERAL ANESTESI YANG DIBERIKAN INDUKSI PROPOFOL DI RUMAH SAKIT DAERAH MANGUSADA
Keywords:
bromage score, spinal anesthesia, prehabilitation, Range of motion pasif., Hipertensi terkontrol, general anestesi, propofol, tekanan darah, MAP, multiple case studyAbstract
Latar Belakang: Propofol menyebabkan vasodilatasi dan penurunan curah jantung, sehingga menurunkan tekanan darah. Pasien hipertensi lebih rentan mengalami hipotensi pasca induksi, namun penelitian pada hipertensi terkontrol masih terbatas. Tujuan: Mengetahui gambaran tekanan darah dan MAP pada pasien hipertensi terkontrol dengan general anestesi yang diberikan induksi propofol di Rumah Sakit Daerah Mangusada. Metode: Desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan multiple case study pada 3 partisipan hipertensi terkontrol yang diinduksi propofol. Teknik sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data: wawancara, observasi, studi dokumentasi. Analisis: single case analysis dan cross case analysis. Hasil: Seluruh partisipan (3 orang) menggunakan amlodipine 5-10 mg. Tekanan darah pra-induksi 144-159/83-90 mmHg (MAP 108-113 mmHg). Pasca induksi propofol terjadi penurunan tekanan darah progresif dengan nadir pada menit ke-5: sistolik turun 38,9–43,4% (MAP 66–69 mmHg), memenuhi kriteria hipotensi intraoperatif. Pemberian ephedrine 5 mg dan loading Ringer Laktat memulihkan hemodinamik pada menit ke-20–30. Kesimpulan: Pasien hipertensi terkontrol dengan terapi CCB (amlodipine) yang menjalani general anestesi induksi propofol 150 mg mengalami hipotensi intraoperatif yang konsisten dan dapat diprediksi, dengan tekanan darah mencapai nadir pada menit ke-5 pasca induksi serta pemulihan bertahap setelah intervensi vasopresor dan loading cairan.






