MULTIPLE CASE STUDY : GAMBARAN PERUBAHAN HEMODINAMIK PASIEN YANG DILAKUKAN INTUBASI ENDOTRACHEAL TUBE DENGAN VIDEO LARYNGOSCOPE PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT PENYERTA HIPERTENSI TERKONTROL

Authors

  • Khansa Febrina Putri Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Kesehatan, Institut Teknologi dan Kesehatan Bali
  • I Gede Satria Astawa Departemen Keperawatan Anak, Fakultas Kesehatan, Institut Teknologi dan Kesehatan Bali
  • Emanuel Ileatan Lewar Sarjana Terapan Keperawatan Anestesiologi, Fakultas Kesehatan, Institut Teknologi dan Kesehatan Bali
  • Yustina Ni Putu Yusniawati Institut Teknologi dan Kesehatan Bali

Keywords:

General Anesthesia, Hemodynamics, Controlled Hypertension, Endotracheal Tube (ETT) Intubation, Video Laryngoscope.

Abstract

Latar Belakang: Pasien hipertensi yang menjalani anestesi umum berisiko mengalami ketidakstabilan hemodinamik selama laringoskopi dan intubasi endotracheal tube akibat aktivasi sistem saraf simpatis. Penggunaan video laryngoscope memberikan visualisasi glotis yang lebih optimal dengan manipulasi jalan napas yang minimal, sehingga berpotensi menurunkan respons hemodinamik selama tindakan intubasi.

Tujuan: Menggambarkan perubahan hemodinamik pada fase intraanestesi selama tindakan intubasi endotracheal tube menggunakan video laryngoscope pada pasien hipertensi terkontrol di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya.

Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan multiple case study pada 5 partisipan dengan hipertensi terkontrol status fisik ASA II. Partisipan dipilih dengan metode purposive sampling, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap parameter hemodinamik sebelum dan setelah intubasi hingga menit ke-10, kemudian dianalisis menggunakan single case analysis dan cross case analysis.

Hasil: Perubahan hemodinamik sebelum dan setelah intubasi endotracheal tube dengan video laryngoscope meliputi tekanan darah, MAP, denyut nadi dan SpO₂. Seluruh partisipan menunjukkan peningkatan ringan pada menit pertama pascaintubasi yang kemudian menurun mendekati nilai baseline. Sebagian besar perubahan tetap dalam batas fisiologis (<20% dari nilai baseline) tanpa gangguan hemodinamik yang bermakna secara klinis.

Kesimpulan: Penggunaan video laryngoscope efektif dalam mempertahankan stabilitas hemodinamik pada pasien  hipertensi terkontrol selama fase intraanestesi. Sarannya agar penggunaan video laryngoscope menjadi pilihan dalam melakukan intubasi untuk menjaga agar hemodinamik tetap stabil.

Downloads

Published

2026-07-11

How to Cite

Putri, K. F., Astawa, I. G. S., Lewar, E. I., & Ni Putu Yusniawati, Y. (2026). MULTIPLE CASE STUDY : GAMBARAN PERUBAHAN HEMODINAMIK PASIEN YANG DILAKUKAN INTUBASI ENDOTRACHEAL TUBE DENGAN VIDEO LARYNGOSCOPE PADA PASIEN DENGAN PENYAKIT PENYERTA HIPERTENSI TERKONTROL. Journal of Health Sciences Leksia (JHSL), 4(3), 1–11. Retrieved from https://jhsljournal.com/index.php/ojs/article/view/177

Issue

Section

Articles