MULTIPLE CASE STUDY: GAMBARAN KESIAPAN PEMULANGAN PASIEN SETELAH DILAKUKAN EDUKASI DISCHARGE PLANNING PADA PASIEN AMBULATORY ANESTESI DI RSUD BALI MANDARA
Keywords:
Ambulatory Anesthesia, Discharge Planning, Education, Discharge ReadinessAbstract
Latar Belakang: Ambulatory anestesi memungkinkan pasien menjalani tindakan tanpa rawat inap, sehingga kesiapan pemulangan menjadi aspek paling penting. Edukasi discharge planning berperan penting dalam memastikan pasien mampu melanjutkan perawatan secara mandiri dan mencegah kekambuhan pasca tindakan.
Tujuan : untuk mengetahui gambaran kesiapan pemulangan pasien setelah diberikan edukasi discharge planning pada pasien ambulatory anestesi di RSUD Bali Mandara.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan multiple case study. Partisipan berjumlah 5 pasien ambulatory anestesi yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan single case study dan cross case study.
Hasil : Karakteristik partisipan menunjukkan seluruh pasien berada pada usia dewasa dengan kondisi fisik baik (ASA I) dan menjalani tindakan operasi minor, sehingga mendukung pemulangan dini. Seluruh partisipan menggambarkan kesiapan pemulangan setelah edukasi discharge planning, meliputi pemahaman tentang tanda bahaya, aktivitas, nutrisi, penggunaan obat, dan perawatan mandiri. Secara umum kesiapan sudah baik, namun terdapat variasi tingkat pemahaman antar partisipan.
Kesimpulan : Edukasi discharge planning berkontribusi dalam kesiapan pemulangan pasien ambulatory anestesi, yang tercermin dari pemahaman partisipan terhadap tanda bahaya, aktivitas, nutrisi, penggunaan obat, serta perawatan mandiri di rumah, dengan adanya variasi pemahaman pada beberapa aspek.






