MULTIPLE CASE STUDY: WAKTU PENCAPAIAN BROMAGE SCORE PASCA SPINAL ANESTESI DENGAN PELAKSANAAN PREHABILITASI DI RUMAH SAKIT TINGKAT II UDAYANA DENPASAR
Keywords:
bromage score, spinal anesthesia, prehabilitation, Range of motion pasif.Abstract
Latar Belakang: Spinal anestesi merupakan teknik anestesi regional yang sering digunakan pada operasi bagian bawah tubuh. Efek spinal anestesi dapat menyebabkan hambatan motorik sementara sehingga diperlukan pemantauan pemulihan fungsi motorik menggunakan bromage score. Keterlambatan pencapaian bromage score dapat menyebabkan penumpukan pasien di ruang pemulihan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mempercepat pemulihan motorik adalah prehabilitasi berupa latihan Range of Motion (ROM) pasif ekstremitas bawah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui waktu pencapaian bromage score pasca spinal anestesi dengan pelaksanaan prehabilitasi di Rumah Sakit Tingkat II Udayana Denpasar. Metode: Penelitian menggunakan desain multiple case study dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengambilan partisipan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling terhadap lima partisipan yang menjalani spinal anestesi di Rumah Sakit Tingkat II Udayana Denpasar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam menggunakan lembar observasi, stopwatch, dan pedoman wawancara. Penelitian dilaksanakan di ruang recovery room. Hasil: Seluruh partisipan mengalami percepatan pemulihan motorik setelah diberikan prehabilitasi berupa latihan ROM pasif ekstremitas bawah. Karakteristik partisipan didominasi usia dewasa, berjenis kelamin laki-laki, status fisik ASA I, serta menggunakan anestesi spinal bupivacaine 0,5% heavy. Pencapaian bromage score 2 terjadi dalam rentang waktu 30–40 menit. Pelaksanaan prehabilitasi membantu meningkatkan sirkulasi darah, mempertahankan tonus otot, dan mempercepat pemulihan fungsi motorik ekstremitas bawah. Kesimpulan: Pelaksanaan prehabilitasi efektif membantu mempercepat pencapaian bromage score pada pasien pasca spinal anestesi di ruang pemulihan serta dapat diterapkan secara rutin untuk mempercepat pemulihan pasien dan mengurangi penumpukan di recovery room.






