ANALISIS DATA KESEHATAN TERKAIT PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI DI KABUPATEN BANTUL
Keywords:
PD3I, imunisasi, surveilans epidemiologi, visualisasi dataAbstract
Latar Belakang: Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat meskipun program imunisasi rutin telah dilaksanakan secara nasional. Analisis data epidemiologi diperlukan untuk mengevaluasi capaian program serta mengidentifikasi potensi celah cakupan imunisasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memvisualisasikan data kesehatan terkait PD3I di Kabupaten Bantul tahun 2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan analisis data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul. Data yang dianalisis meliputi kasus campak, rubela, pertusis, Acute Flaccid Paralysis (AFP), dan difteri berdasarkan distribusi puskesmas, usia, jenis kelamin, status imunisasi, serta gambaran klinis pada tahun 2024. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat 250 suspek campak dengan 13 kasus terkonfirmasi campak dan 16 rubela. Kasus pertusis mencapai 134 kasus dengan konsentrasi tertinggi di Piyungan, Jetis 2, dan Sewon 1, mayoritas pada bayi dan balita dengan sebagian memiliki imunisasi tidak lengkap. Kasus AFP ditemukan sebanyak 14 kasus dan telah memenuhi indikator sensitivitas surveilans WHO (≥2 kasus/100.000 anak <15 tahun). Selain itu, ditemukan 2 kasus difteri dengan riwayat imunisasi tidak diketahui. Distribusi kasus yang tidak merata mengindikasikan adanya kesenjangan cakupan imunisasi dan potensi immunity gap di beberapa wilayah. Kesimpulan: Meskipun sistem surveilans di Kabupaten Bantul berjalan cukup baik, masih terdapat celah cakupan imunisasi yang berpotensi meningkatkan risiko transmisi PD3I. Diperlukan penguatan imunisasi rutin dan booster, peningkatan deteksi dini berbasis laboratorium, edukasi masyarakat, serta kolaborasi lintas sektor untuk mencegah peningkatan kasus di masa mendatang.






