HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RSUD. HM. RABAIN MUARA ENIM
Keywords:
BBLR, Asfikisia, BBLAbstract
Latar Belakang: Angka Kematian neonatal secara global setiap tahunnya sekitar 2,6 juta bayi di seluruh dunia yang tidak mampu bertahan hidup lebih dari 1 bulan. Sekitar 7.000 diantaranya meninggal saat bayi baru lahir dan 80% kematian neonatal ini disebabkan oleh asfiksia. Tujuan: mempelajari Hubungan Berat Badan Lahir Rendah dengan Kejadian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir di RS.H.M.Rabain Muara Enim. Metode Penelitian: menggunakan desain survey analitik dengan rancangan case control. Pengambilan sampel 1: 1 untuk sampel kasus dengan tehnik total sampling sebanyak 20 BBLR orang dan sampel kontrol dengan sysetematic random samling sebanyak 20 orang tidak BBLR. Lokasi penelitian di RS.HM. Rabain Muara Enim. Hasil: Data dikaji dengan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square (X2) dan contingency coefficient (c). Hasil penelitian dari dari 40 orang responden terdapat 18 orang usia resiko tinggi, dan 22 orang usia resiko rendah. terdapat 6 orang paritas primipara, 24 orang paritas multipara, 10 orang paritas grande multipara. Terdapat 19 orang BBLR, dan 21 orang tidak BBLR. Dari hasil analisis bivariat menyimpulkan terdapat hubungan BBLR dengan Asfikisa. Kesimpulan: diharapkan kepada pihak RSUD Rabain melakukan Kerjasama dengan fasilitas kesehatan pratama untuk mengedukasi ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan yang bisa menyebabkan Asfiksia sehingga ibu bisa mencegah terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir. Diharapkan sebagai tenaga kesehatan dapat memberikan sosialisasi dan edukasi pada ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dan pencegahan terjadinya Asfiksia pada bayi baru lahir.






