FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN OBAT KUMUR (Mouthwash) BERBAHAN AKTIF EKSTRAK DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum) SEBAGAI ANTISEPTIK MULUT ALAMI
Abstract
Latar belakang: Permasalahan kesehatan mulut seperti halitosis, karies gigi, dan penyakit periodontal masih menjadi tantangan global. Salah satu metode preventif adalah penggunaan obat kumur, namun bahan aktif sintetis seperti chlorhexidine yang umum digunakan dalam produk komersial dapat menimbulkan efek samping jika digunakan dalam jangka panjang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan obat kumur herbal berbasis ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum) sebagai alternatif alami yang lebih aman. Daun cengkeh dipilih karena mengandung flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans, bakteri utama penyebab karies. Metode: Formulasi obat kumur dilakukan dengan tiga variasi konsentrasi ekstrak (1%, 3%, dan 5%) melalui proses maserasi menggunakan etanol 70% selama 3×24 jam. Ekstrak yang diperoleh kemudian dicampur dengan gliserin, Tween 80, natrium benzoat, natrium sakarin, dan minyak peppermint. Evaluasi mutu meliputi uji organoleptik, pH, viskositas, homogenitas, dan stabilitas melalui cycling test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formulasi memenuhi kriteria obat kumur yang baik, dengan formulasi 1% sebagai yang paling optimal karena memiliki pH stabil, viskositas 3 cP, stabilitas yang baik, serta aroma dan rasa yang dapat diterima. Kesimpulan: Ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum) berpotensi diformulasikan sebagai obat kumur herbal yang memenuhi persyaratan mutu fisik. Formulasi dengan konsentrasi ekstrak 1% merupakan formulasi terbaik berdasarkan hasil evaluasi organoleptik, pH, viskositas, homogenitas, dan stabilitas, sehingga berpotensi menjadi alternatif alami yang aman untuk membantu menjaga kesehatan rongga mulut.






