PERBEDAAN PERILAKU MENCARI BANTUAN KESEHATAN JIWA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PROMOSI KESEHATAN BERBASIS VIDEO ANIMASI DI PONDOK PESANTREN PADA SANTRI

Authors

  • Istiyan Maulana Malik Ibrohim STIKES Widyagama Husada Malang
  • Ahmad Guntur Alfianto Profesi Ners, STIKES Widyagama Husada Malang
  • Mizam Ari Kurniyanti Profesi Ners, STIKES Widyagama Husada Malang

Abstract

Latar Belakang: Perilaku mencari bantuan kesehatan jiwa pada remaja masih rendah, termasuk pada santri di lingkungan pondok pesantren. Rendahya literasi, stigma, serta tradisi pesantren menjadi penghambat dalam upaya berperilaku mencari bantuan Kesehatan jiwa di pondok pesantren. Upaya promosi Kesehatan sebagai salah satu indikator untuk merubah perilaku seseorang menujut tingkat sehat yang lebih baik. Berbagi macam bentuk promosi keehatan, salah satunya menggunakan media Video atau film. Vidieo menjadi media promosi Kesehatan yang mudah dan cepat dipahami oleh kelompok usia dari balita hingga lansia. Oleh karena itu, Vidieo promosi Kesehatan dengan pendakatan animasi dijadikan sebagai media untuk promosi kesehatan dalam mencegah masalah kesehatan jiwa. Tujuan: Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan berbasis video edukasi animasi terhadap perilaku mencari bantuan kesehatan jiwa di Pondok Pesantren. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group design one group control. Sampel berjumlah 80 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi sebanyak 40 santri dan kelompok kontrol sebanyak 40 santri menggunakan total sampling. Kelompok intervensi diberikan pendidikan kesehatan melalui video edukasi animasi, sedangkan kelompok kontrol diberikan leaflet. Instrumen penelitian menggunakan General Help Seeking Questionnaire (GHSQ) dengan indikator perilaku mencari bantuan formal dan informal menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan SPSS statistics melalui uji homogenitas, uji normalitas, dan paired sample t-test. Hasil: Uji homogenitas menunjukkan data homogen dengan nilai p=0,079. Uji normalitas menunjukkan seluruh data berdistribusi normal (p>0,05). Terdapat perbedaan perilaku mencari bantuan kesehatan jiwa sebelum dan sesudah diberikan video edukasi pada kelompok intrevensi dan kelompok control secara dignifikan (0,000). Namun, perbedaan dan dampak secara klinis terjadi pada kelompok intrevnesi indikator informal dengan nilai rerata (14,650) Nilai t hitung tertinggi (-28,608) pada kelompok intrevensi indicator Informal menunjukkan perubahan secara konsisten antarrespoden, sehingga efek intrevesi tidak hanya besar tetapi juga stabil secara statistik Kesimpulan: terdapat pernedaan perilaku mencari bantuan Kesehatan jiwa di pondok pesantren sebelum dan sesudah didberikan video edukasi pada kelompok intrevensi dan control. Namun, secara klinis perubahn terjadi pada perilak mencari bantuan Kesehatan jiwa secara informal pada kelompok intervensi.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Ibrohim, I. M. M., Alfianto, A. G., & Kurniyanti, M. A. (2026). PERBEDAAN PERILAKU MENCARI BANTUAN KESEHATAN JIWA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PROMOSI KESEHATAN BERBASIS VIDEO ANIMASI DI PONDOK PESANTREN PADA SANTRI . Journal of Health Sciences Leksia (JHSL), 4(2), 1–12. Retrieved from https://jhsljournal.com/index.php/ojs/article/view/164

Issue

Section

Articles