HUBUNGAN ANTARA TOXIC RELATIONSHIP DALAM HUBUNGAN BERPACARAN DENGAN TINGKAT STRES PADA GEN Z

Authors

  • Rahmah Putri Puspitasari Universitas Darul Ulum
  • Siska Ambarwati Universitas Darul Ulum
  • Windy Cintya Dewi Universitas Darul Ulum

Keywords:

Toxic Relationship, Stres, Gen Z

Abstract

Latar belakang: Fenomena toxic relationship merupakan bentuk hubungan yang bersifat destruktif atau tidak sehat, yang ditandai dengan adanya perilaku pemaksaan, pelecehan, ancaman, hingga kekerasan, baik secara fisik maupun psikologis. Hubungan yang tidak sehat ini berpotensi menjadi salah satu faktor pemicu stres, khususnya pada generasi Z yang berada pada fase perkembangan remaja akhir hingga dewasa awal. Generasi Z menghadapi berbagai tuntutan perkembangan, seperti pencarian identitas diri, kebutuhan akan penerimaan sosial, serta pembentukan hubungan romantis yang bermakna, sehingga membuat mereka rentan terhadap tekanan emosional. Meskipun perempuan kerap dilaporkan lebih sering terjebak dalam toxic relationship, laki-laki juga tidak sedikit yang mengalami kondisi serupa, sehingga fenomena ini tidak dapat dipandang sebagai masalah satu gender saja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara toxic relationship dalam hubungan berpacaran dengan tingkat stres pada generasi Z. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah generasi Z yang berdomisili di Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Jombang dengan rentang usia 13–28 tahun, serta sedang menjalin atau pernah menjalin hubungan asmara dengan lawan jenis. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 137 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui Google Form menggunakan dua kuesioner, yaitu skala toxic relationship dan skala stres. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS).  Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,836 dengan tingkat signifikansi p < .001, yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara toxic relationship dalam hubungan berpacaran dengan tingkat stres pada generasi Z. Kesimpulan: Koefisien determinasi () sebesar 0,699 menunjukkan bahwa toxic relationship memberikan kontribusi sebesar 69,9% terhadap tingkat stres, sedangkan 30,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain, seperti beban akademik, beban kerja, dan pengaruh teman sebaya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman mengenai dampak toxic relationship terhadap kesehatan psikologis generasi Z serta menjadi dasar bagi upaya preventif dan edukatif untuk mendorong terbentuknya hubungan yang sehat dan kemampuan pengelolaan stres yang adaptif.

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Puspitasari, R. P., Ambarwati, S., & Dewi, W. C. (2026). HUBUNGAN ANTARA TOXIC RELATIONSHIP DALAM HUBUNGAN BERPACARAN DENGAN TINGKAT STRES PADA GEN Z. Journal of Health Sciences Leksia (JHSL), 4(1), 12–19. Retrieved from https://jhsljournal.com/index.php/ojs/article/view/160

Issue

Section

Articles