OPTIMALISASI KESEHATAN BERBASIS SDGs MELALUI TEH HERBAL KULIT MANGGIS DI DESA PESISIR MORELA MALUKU
Abstract
Latar belakang : pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 3 dan Tujuan 8, mendorong pemanfaatan potensi lokal untuk meningkatkan kesehatan dan ekonomi masyarakat. Desa Morela, Maluku Tengah, memiliki sumber daya kulit manggis (Garcinia mangostana L.) yang kaya antioksidan namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kearifan lokal dalam pengobatan tradisional menjadi peluang pengembangan produk teh herbal dari kulit manggis. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang teh herbal kulit manggis di Desa Morela. Metode : metode penelitian yang digunakan adalah one group pre-test and post-test. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan dan pelatihan, dengan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil : menunjukkan rata-rata skor pre-test sebesar 40 dan post-test sebesar 80. Nilai signifikansi (p = 0,000) menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah penyuluhan. Kesimpulan : penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan kulit manggis sebagai teh herbal, serta mendukung pemberdayaan sumber daya dan kearifan lokal untuk mencapai tujuan SDGs.






