FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA AWAK MOBIL TANGKI (AMT) DI PT. PERTAMINA PATRA NIAGA INTEGRATED TERMINAL KENDARI
Keywords:
Kelelahan Kerja, Kualitas Tidur, Stres Kerja, Status GiziAbstract
Latar belakang: Kelelahan kerja adalah kondisi yang dialami oleh pekerja akibat beban tanggung jawab pekerjaan yang mempengaruhi ketahanan fisik dan efisiensi kerja. Kelelahan ini menjadi isu penting dalam kesehatan dan keselamatan kerja karena dapat meningkatkan risiko kecelakaan. Awak mobil tangki, sebagai pekerja yang bertugas mengangkut bahan cair dalam jumlah besar, sering menghadapi tekanan kerja yang tinggi seperti perjalanan jarak jauh, waktu kerja yang panjang, dan tanggung jawab atas keamanan muatan berpotensi menyebabkan kelelahan kerja. Tujuan: yaitu mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada Awak Mobil Tangki (AMT). Metode: yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Awak Mobil Tangki (AMT) di PT. Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Kendari pada bulan November Tahun 2024 yang berjumlah 130 orang, dengan sampel 96 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah probability sampling berupa simple random sampling. Variabel terikat pada penelitian ini yaitu kelelahan kerja dan variabel bebasnya yaitu kualitas tidur, stres kerja dan status gizi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji univariat dan bivariat. Hasil: penelitian ini menunjukkan kualitas tidur (p=0,000), stres kerja (p=0,000) dan status gizi (p=0,000) hal ini menunjukkan terdapat hubungan antara kualitas tidur, stres kerja dan status gizi dengan kelelahan kerja pada Awak Mobil Tangki (AMT) di PT. Pertamina Kendari. Perusahaan dapat meningkatkan kesehatan dan kinerja Awak Mobil Tangki (AMT) melalui berbagai program dukungan, seperti mengadakan pelatihan atau seminar tentang pentingnya kualitas tidur, mencakup pengelolaan waktu tidur, teknik relaksasi, dan penciptaan lingkungan tidur yang nyaman. Selain itu, perusahaan dapat menyediakan program manajemen stres, seperti sesi konseling, pelatihan mindfulness, atau olahraga ringan di tempat kerja.






